Monday, November 4, 2013

Memanusiakan manusia dalam konteks pemikiran

Pembahasan mengenai memanusiakan manusia ini berawal dari intermediate training saya mengenai konsep insan kamil, kenabian dan kepemimpinan yang berujung kepada sebuah kata humanisme. Memang bahasanya kasar mengenai memanusiakan manusia yang beranggapan bahwa manusia itu harus mengetahui apa sebenarnya hakikat manusiq itu sendiri. Mari kita mulai adegan berikutnya... (lah???)

Humanisme yang menjadi landasan orang dalam menjalankan aktivitas menuntut adanya sebuah interaksi sosial terhadap sesama manusia. Tetapi dalam hal ini kita bukan bercerita mengenai manusia yang tidak berpendidikan justru memanusiakan manusia berpendidikan. Sangat kacau ketika manusia yang telah berpendidikan dengan gelar yang begitu hebat perlu dimanusiakan. Mengapa demikian?

Itu dikarenakan adanya demoralisasi dalam menempuh pendidikan selama sekolah yang memuncak pada pendidikan tinggi. Ya, di saat kuliah hanya berpikir mengenai kekayaan bukan kesuksesan. Dan ini berdampak dengan anti humanisme. Ada hal yang perlu kita pahami mengenai humanisme ini, yaitu

Epistomologis. Setiap manusia mengalami setidaknya masa sekolah. Memang proses pendidikan telah dialami, tetapi itu hanya ada di sekolah.

Ontologis. Mengenai ontologis yang berarti ilmu pastinya sudah didapat dalam setiap proses pendidikan.

Estetika. Berbicara mengenai keindahan dalam proses menerima pendidikan, betapa indahnya ilmu fisika, biologi, ekonomi, arsitektur dan sebagainya.

Etika. Namun, dari itu semua kita berbicara tentang moralitas yaitu hubungan antara disiplin ilmu yang kita pelajari dengan moralitas. Apakah anda belajar ilmu fisika untuk membuat bom? Apakah anda belajar ilmu ekonomi untuk membuat diri anda sendiri kaya?


Atas dasar inilah maka perlu dinamakan dengan memanusiakan manusia karena semuanya berhubungan dengan demoralisasi. Humanisme yang mendapat perlawanan dari anti humanisme. Manusia lebih rendah dari hewan. Lantas di manakah letak perbedaan antara manusia dengan hewan? Apa hakikat kita sebagai manusia?

DMCA Protection