Wednesday, November 6, 2013

Hakikat manusia, perbedaan antara manusia dan hewan

Sebelumnya kita telah membahas mengenai manusia memiliki nalar logika yang membuat manusia harus meninjau dari sisi epistomologis, ontologis, estetika dan etika. Secara umum keempat sisi tersebut menjadikan sebuah perbedaan antara manusia dengan makhluk ciptaan tuhan lainnya terutama perbedaan antara manusia dengan hewan.

Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa manusia dari pandangan ilmu biologi menempatkan manusia dalam kingdom animalia dengan spesies mamalia. Ada beberapa ahli mengatakan bahwa manusia merupakan modern homo sapiens. Ada juga yang beranggapan bahwa manusia merupakan peralihan dari manusia purba sebelumnya, sebut saja seperti megantropus erectus, pitecantropus. Ada pula yang menyebutkan bahwa manusia berasal dari mamalia primata bernama kera. Pertanyaannya setujukah anda dengan pendapat tersebut?

Tentunya tidak ada yang setuku dengan hal tersebut. Ada beberapa yang mungkin dapat disetujui, itupun dalam rangka untuk memudahkan ilmu pengetahuan dalam menganalisis manusia secara epistomologis dan ontologisnya. Tetapi, menariknya mengapa timbul artikel ini karena sekarang ini banyak manusia hanya berpikir bahwa perbedaan kita dengan hewan jelas berbeda karena kita manusia diberikan akal dan pikiran saja. Sebuah hasil akhir yang kurang memuaskan. Mengapa? Hewan juga sekarang ini dilatih sehingga mampu berpikir. Kesimpulannya hewan juga mampu berpikir. Lantas apa perbedaannya. Namun sebelum masuk ke inti pembahasan alangkah mudahnya kita berbicara penciptaan manusia (dari segi islam saja).

Dalam islam, manusia merupakan ciptaan allah swt yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan lainnya. Mengapa demikian? Hal tersebut karena manusia memiliki dua esensi yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan allah swt lainnya. Yaitu basyariah dan ruhaniyah yang berarti jasad tubuh dan ruh.

Dari hal tersebut sangat berbeda sekali dengan ciptaan allah lainnya seperti malaikat, jin, syaitan dan benda mati. Manusia diciptakan tidak bersamaan dengan hewan atau tumbuhan. Justru manusia diciptakan lain waktu dan menurut saya secara logika rasional bahwa bumi dan isinya diciptakan terlebih dahulu kemudian manusia pertama (adam as) diciptakan. Alquran surah al baqarah 30.

Seiring berjalannya waktu, kehidupan manusia berlanjut sampai zaman modern ini. Sebuah zaman yang mengalami proses demoralisasi. Hukum rimba berjalan dimana mana. Tentunya manusia yang dahulunya tercipta dan diketahui secara hakikat, kini tidak diketahui apa secara mendasar perbedaan manusia dengan hewan. Dalam bukunya, jujun suriasumantri mengatakan bahwa, ada 3 perbedaan yang mendasar mengenai perbedaan manusia dengan hewan yaitu:

Berpikir secara nalar logika. Akal dan pikiran tidak akan berjalan dan berkembang jika tidak didasari oleh nalar logika. Nalar logika menunjukkan bahwa kemampuan berpikir manusia dapat menciptakan inovasi baru dalam suatu permasalahan kehidupan. Untuk urusan makan, manusia menciptakan alat berupa sendok dan garpu. Bagaimana dengan hewan? Anda sudah dapat menyimpulkan bahwa mau bagaimanapun primata itu melihat makanan, dia tidak mampu untuk menciptakan sendok dari dedaunan.

Wisdom atau kebijaksanaan. Dengan adanya konsep pemikiran mengenai adanya keinginan untuk berkembang menuntut setiap manusia untuk berpikir dab menentukan keputusannya secara bijaksana. Bijaksanakah keputusan seekor burung meninggalkan anaknya yang baru menetas?

Free will atau kehendak bebas atau iradat. Ya, dalam hal ini banyak orang mengambil contoh berupa adanya sebuah konsep bunuh diri. Sedangkan hewan tidak. Itu memang tepat, salah satu contohnya lagi mengenai iradat ini berupa ketika manusia telah mencapai masa dewasa dalam kondisi apapun dia akan melakukan perkawinan. Lain halnya dengan hewan, walaupun dalam keadaan dewasa, jika memang bukan musimnya (hukum alam) untuk kawin, secantik apapun lawan jenis hewan tersebut, tidak akan terjadi perkawinan.

Dari ketiga alasan tersebutlah maka sangat jelas sekali bahwa terdapat letak perbedaan manusia dengan hewan yang signifikan. Ada juga yang beranggapan mengenai volume otak. Tetapi apabila didepannya terdapat hewan yang volume otaknya lebih besar dari manusia, apakah dia disebut manusia? Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

DMCA Protection